Selasa, 09 Februari 2016

United Disarankan Angkat Giggs ketimbang Rekrut Mourinho

United Disarankan Angkat Giggs ketimbang Rekrut Mourinho - Bryan Robson menyarankan mantan klubnya, Manchester United, untuk mempromosikan Ryan Giggs menjadi manajer ketimbang merekrut Jose Mourinho.

United Disarankan Angkat Giggs ketimbang Rekrut Mourinho
United Disarankan Angkat Giggs ketimbang Rekrut Mourinho

Sejak awal Februari 2016, United semakin gencar dikaitkan dengan Mourinho. Dilaporkan Daily Mail, mereka ingin merekrut Mourinho sebagai respons terhadap keputusan Manchester City meminang Josep Guardiola. 

Robson pun tak sepakat dengan rencana tersebut. Menurut dia, The Devils bisa mendapatkan sosok menyerupai Guardiola dalam diri Giggs. "Giggs bisa menjadi Guardiola-nya United. Merekia berbicara kecerdasan dan otak sepak bola dari Guardiola. 

Giggs tidak berbeda. Dia hanya membutuhkan kesempatan setelah Louis van Gaal pergi," kata Robson. "Pemilik akan menetapkan keputusan. Terkait Mourinho, saya mengetahui yang melayang di sekitar. Namun, tak ada orang yang mampu melakukan pekerjaan ini lebih baik dari Giggs," tutur dia. Ada kesamaan di antara cerita Giggs di Manchester United dan Guardiola di Barcelona. 

Keduanya sempat menjadi pemain kunci di klub masing-masing sebelum memasuki karier sebagai pelatih. Giggs, yang sudah berada di Old Trafford sejak usia 13 tahun, sempat mencicipi kursi Manajer United pada April 2014. Dalam empat partai yang dipimpin Giggs, The Red Devils meraih dua kemenangan.

Mantan Bintang Barcelona Kecewa Guardiola Lebih Pilih City Ketimbang MU

Mantan Bintang Barcelona Kecewa Guardiola Lebih Pilih City Ketimbang MU - Mantan pemain Barcelona, Jordi Cruyff kecewa berat dengan keputusan Pep Guardiola yang lebih memilih Manchester City ketimbang Manchester United.

Mantan Bintang Barcelona Kecewa Guardiola Lebih Pilih City Ketimbang MU
Mantan Bintang Barcelona Kecewa Guardiola Lebih Pilih City Ketimbang MU

Menurut Cruyff, United lebih memiliki banyak sejarah dibandingkan City. Kendati demikian, Cruyff juga memberikan dukungan kepada pelatih asal Spanyol itu untuk mengantarakan The Citizens menggondol banyak trofi.

Apalagi dengan dukungan finansial yang kuat, City diyakini bisa mewujudkan keinginan Guardiola untuk mendatangkan pemain yang dibutuhkan. "Saya menginginkan Pep melatih United mereka memiliki lebih banyak tradisi ketimbang City," ujarnya kepada Esports Cope.

“Tapi, ini adalah momen yang bagus untuk bekerja di City, karena mereka memiliki persiapan, uang dan keinginan untuk menciptakan sebuah tim yang bagus," imbuhnya. Cruyff yang kini melatih klub Israel, Maccabi Tel Aviv juga mengomentari perihal kemungkinan Guardiola untuk membajak salah satu mantan pemainnya, Neymar untuk bergabung dengan City.

Menurutunya, jika uang berbicara maka tak ada lagi sesuatu yang mustahil. “Ada perpaduan antara romantisme untuk selalu bermain dengan klub yang sama.

Kekuatan uang sangatlah besar. Kita tahu kalau situasi Neymar di Barcelona sangatlah bagus. Tapi akan selalu ada tawaran yang lebih baik. Tapi saya harap sih dia bertahan,” tutupnya.

Alasan United Lebih Pilih Pochettino ketimbang Mourinho

Alasan United Lebih Pilih Pochettino ketimbang Mourinho - Calon pengganti manajer Louis van Gaal bersama Manchester United santer diberitakan dalam beberapa bulan terakhir. Setidaknya ada tiga nama yang berpeluang mengarsiteki United per musim 2016-2017 yakni Ryan Giggs, Jose Mourinho dan Mauricio Pochettino.

Alasan United Lebih Pilih Pochettino ketimbang Mourinho
Alasan United Lebih Pilih Pochettino ketimbang Mourinho

Namun, nama yang paling depan kemungkinan tak akan dipilih. Manajemen United lebih memprioritaskan dua nama terakhir yakni Mourinho dan Pochettino. Nama Mou –sapaan akrab Mourinho– sempat berada di posisi paling depan untuk duduk di bangku cadangan Old Trafford musim depan. Namun kabar terbaru, justru Pochettino yang lebih dipilih manajemen Red Devils.

Seperti diberitakan Daily Star, Selasa (9/2/2016), manajemen United lebih memilih Pochettino ketimbang Mou karena satu alasan. Mou dinilai tak dapat bekerja atau berprestasi di sebuah klub dalam jangka waktu yang lama. Hal itu terbukti ketika pelatih berpaspor Portugal menangani Chelsea, Inter Milan dan Real Madrid.

Sementara manajemen United tengah membutuhkan sosok manajer yang dapat membentuk dinasti layaknya Sir Alex Ferguson. Pochettino yang kini berusia 44 tahun dinilai masuk kriteria manajemen Red Devils. Pelatih berpaspor Argentina itu dinilai manajemen United dapat membentuk pemain selevel Harry Kane dan Dele Alli.

Urusan prestasi, Pochettino bahkan membawa Tottenham Hotspur bersaing di jalur juara Premier League musim ini. Melihat hal di atas, tak heran jika Pochettino yang akhirnya dipilih untuk menukangi United musim depan.

Namun, manajemen United harus membayar kompensasi 20 juta pounds atau sekira Rp389 miliar. Nominal itu sesuai dengan sisa kontrak Pochettino yang berakhir pada 30 Juni 2019.

Kapan Cristiano Ronaldo Pensiun dari Timnas Portugal?

Kapan Cristiano Ronaldo Pensiun dari Timnas Portugal? - Cristiano Ronaldo berencana pensiun dari Timnas Portugal usai gelaran Piala Dunia 2022 di Qatar. Masa depan mantan pemain  Machester United ini, di Real Madrid sedang dipertanyakan.
Kapan Cristiano Ronaldo Pensiun dari Timnas Portugal?
Kapan Cristiano Ronaldo Pensiun dari Timnas Portugal?
Penampilan Ronaldo yang kurang memuaskan saat bertemu Granada membuat publik bertanya akan masa depan di Santiago Bernabeu. Penampilan Ronaldo yang kurang memuaskan, menurut sebuat laporan karena ia sedang mengalami masalah dengan perutnya.

Masa depan pemain berusia 31 tahun ini memang menjadi sasaran empuk media dan fans. Namun, ia menegaskan masa depannya akan tetap berada di Madrid, setidaknya sampai 2018.

"Sangat baik bagi saya. Saya berharap Qatar bisa menjadi Piala Dunia terakhir saya. Saya sering berlibur ke Qatar serta Dubai. Saya senang karena pasti menjadi turnamen internasional terakhir," kata Ronaldo dilansir ESPN, Selasa 9 Februari 2016.

Sejauh ini, Ronaldo telah mencetak 30 gol untuk semua kompetisi musim ini. Sementara itu, Los Blancos kini berada diperingkat ketiga dengan 50 poin, berjarak empat poin dengan Barcelona.